1. Faktor apa yang tidak dapat ditangani oleh
Basisdata Relasional? Sehingga kita perlu basis data relasioanl obyek?
-
Kelompok informasi/tables yang berbeda harus
dilakukan joined untuk melakukan retrieve data, User harus familiar dengan
relasi antar table, dan User harus belajar SQL. Sehingga kita perlu basis data
relasional obyek. Object-Relasional database BDRO bisa disebut sebagai sesuatu
yang terbaik untuk masing masing database. Karena kita dapat menyimpan suatu
objek ke dalam sebuah table yang mana hal ini akan membuat kita lebih mudah
dalam mereferensikan objek.
2. Apakah perbedaan BDRO dengan basis data
relasional?
-
Basis Data relasional menggunakan tabel dua
dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas
data. Satu tabel mewakili satu “domain” data atau entity, bila direkam
merupakan satu file yang hanya memiliki satu tipe record saja, setiap record
adalah baris. Setiap record terdiri atas beberapa field (atribut) atau tuple,
atau kolom jumlah tuple / field pada setiap record sama. Setiap record memiliki
atribut kunci utama (primary key) yang unik dan dapat dipakai untuk mengenali
satu record. Record dapat diurutkan menurut primary key.
-
Sedangkan BDRO memadukan konsep basis data
relasional dengan konsep object oriented. Model data berbasis objek
dikembangkan searah dengan perkembangan pemrograman berbasis objek. Salah satu
karakteristik dari sistem berbasis objek adalah encapsulation yaitu suatu objek
terpisah dari objek lain sehingga setiap objek seakan-akan berada dalam
kapsulnya masing-masing. Pada setiap kapsul terdapat komponen data (attribute)
dikemas bersama dengan komponen akses-nya (methods). Sebagai contoh, berikut
ini disajikan data pegawai dalam format berbasis objek.
3. Sebutkan contoh terapan / implementasi
BDRO?
-
Oracle 9i
-
Odaptor
-
UniSQL
-
ODB-II
-
Illustra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar